Tuesday, August 21, 2012

Stay Strong Demi Lovato

Mungkin gue telat tau tentang ini tapi ya gapapa lah sekarang posting tentang ini ;)


"Semua berawal dari kelas 7th Grade, setara dengan kelas 2 SMP di Indonesia, Demi Lovato di-bully oleh teman-teman sekolahnya. Ia yang saat itu masih kanak-kanak dan innocent diledek sebagai: “Cewe Gemuk” oleh tidak hanya satu, tapi banyak teman yang menyebutnya demikian. Memang itu hanya dua kata yang sederhana, tapi siapa sangka dua kata tersebut terekam kuat di otak Demi, bahkan mempengaruhi hidupnya sampai sekarang.
Sejak usia 12 tahun (baca: dua belas tahun), Demi membenci tubuhnya. Ia menjadi seorang penderita eating disorder yang semakin lama semakin berkembang menjadi bulimia. Bagi yang belum tahu, Bulimia adalah gangguan pola makan yang serius, dimana seseorang makan makanan dengan jumlah yang banyak dalam waktu singkat dan kemudian dia membersihkan diri dari makanan tersebut dengan cara memuntahkan kembali  makanan tersebut atau dengan menelan obat pencahar. Hal ini diakibatkan oleh keinginan kuatnya untuk menjadi kurus.

Dengan menjadi artis, tidak membuat hidup Demi lebih baik, bahkan sebaliknya. Ia semakin kehilangan kepercayaan diri dan malu akan tubuh yang menurutnya ‘gemuk’ tersebut. Pola pikir ini membuat  Demi mengadakan konser dalam keadaan lapar, kehilangan suara karena muntah, dan dalam keadaan paling buruk, ia muntah lima kali dalam sehari. “it was just blood in the toilet“ ujar Demi. Demi pun merasa risih denganpapparazi yang selalu ada di sekitarnya. Bahkan Demi merasa  depresi apabila papparazi tersebut mengambil fotonya dengan angel yang buruk, sehingga ia kelihatan lebih gemuk.  Depresi ini mengantarkan Demi untuk mulai berkenalan dengan alkohol dan mulai menyayat-nyayat tangannya dengan benda tajam. Menurut Demi, ini adalah cara untuk keluar dari kecemasan dan depresi yang dialaminya. “It was a way of expressing my own shame, of myself, on my own body” kata Demi.
Demi lovato, seperti dapat dilihat pada foto-foto diatas, tidak lagi gemuk. Namun, apakah itu dapat membuat luka yang ditorehkan teman-teman disekolahnya dulu, menghilang? Apakah ia sekarang dapat merasa nyaman dengan tubuhnya? Apakah ia dapat menemukan kepercayaan diri kembali?
Jawabannya adalah tidak. Karena menjadi kurus bukanlah solusinya. Apa yang terluka bukanlah fisik luarnya Demi, tapi di dalamnya: hatinya. Walaupun ia telah menjadi artis, dipuja akan kecantikannya, bahkan jutaan wanita ingin menjadi seperti dirinya, namun tetap saja pengalaman di-bully oleh teman-teman sekolah menghantui hidupnya. Entah sampai kapan.
Walaupun saat ini Demi telah menyelesaikan program rehabilitasi, Demi mengakui bahwa ia masih berusaha keras untuk sembuh dari bulimia dan depresi yang dialaminya. “It hasn’t been easy, but it starts with a commitment to yourself. Your mind. And your soul. And trust me, I’m still working at it!!” kata Demi di twitternya.
Bullying merupakan fenomena yang sangat sering terjadi dari zaman dulu hingga sekarang. Bullying sudah sangat lumrah  dilakukan oleh anak SD, SMP dan SMA. Bullying seperti sengaja dibiarkan tanpa ada tindakan yang berarti dari para guru dan orang tua untuk memarahi murid atau anaknya yang melakukan bully. Tidak ada yang tahu bahwa seseorang yang menjadi korban bullying, mungkin ia ikut tertawa diluar, namun menangis di dalam. Siapa yang menyangka bahwa ledekan yang sering kita dengar atau kita lakukan sehari-hari, dapat mempengaruhi hidup seseorang sedemikian jauh, mungkin untuk sementara atau untuk selama-lamanya.
Dari kisah hidup Demi Lovato, kita dapat menarik pelajaran yang sangat berharga mengenai dampak bullying terhadap kehidupan seseorang. Akhir kata, saya ingin mengutip salah satu ayat alqur’an yang saya ambil dari Surah Al-Hujurat:
“Dan janganlah kalian panggil memanggil dengan gelar yang buruk.” (QS. Al-Hujurat: 11)
Semoga menginspirasi :) "

Aku pikir, Demi gak sendirian :) aku juga ngerasa di buat down sama beberapa orang yang bahkan... itu lebih kecil dari usia 12 tahunnya Demi :) semua kata kata mereka, tindakkan mereka yang mereka jadikan guyonan itu bikin jleb banget, sampe sekarang masih kerasa dan setiap inget dulu pengen nangis. Dan aku juga gak sendiri. Aku gak sendiri dan Demi juga gak sendiri :) Setiap yang terjadi di kehidupan kita itu ada campur tangan Tuhan dan berarti Tuhan men"takdir"kan untuk kita mendapatkan hal itu, kalo bukan takdir kita juga gabakal kejadian kayak gitu di kehidupan kita, Tuhan gak pernah menciptakan ciptaannya itu sia-sia :) Keep enjoy guys, we're strong :)

No comments:

Post a Comment

About Me

My photo
SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta RSBI2013's Alumnus. Student of SMAN 4 Yogyakarta. ITB's Next Generation.